Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Ini adalah pengalaman saya yang penuh dengan keringat dan melelahkan. Pengalaman ini berawal dari ketika ban sepeda kurang angin alias sedikit kempes. Hehe sebaiknya supaya tulisannya lebih banyak saya kasih intro tentang sejarah pembelian sepeda tersebut :) . Sepeda ini memang baru saya beli dari teman yang hobby sepeda-sepedaan, rupanya dia sudah merasa bosan dan berniat membeli sepeda yang baru. Melihat kondisi sepeda masih bagus maka saya membeli sepeda tersebut. Setelah beberapa minggu pemakaian kok laju sepeda sepertinya kurang enak. Selidik .. selidik ternyata ban sepedaku kurang angin.
Awalnya saya mengisi angin di tempat tambal ban. Tukang tambal ban bingung, ternyata pentil ban sepedaku bukanlah pentil sepeda
jadul yang menggunakan karet untuk mengatur aliran angin masuk ke ban dan bukan juga
ban pentil motor (orang menyebutnya demikian padahalnya pentil ini dipergunakan oleh ban sepeda juga, tetapi karena pertama kali digunakan oleh motor maka tukang tambal ban menyebutnya
ban pentil motor hehehe). Saya teringat bahwa pentil sepedaku ini punya baud konverter. Sayapun memasang baud konverternya.
"Nah kalo gini bisa..." kata tukang tambal ban yakin. Dia pun mengalirkan angin ke ban sepedaku, ketika ditekan ternyata tidak ada perubahan atau masih terasa kempes. Ternyata anginnya tidak masuk. Tukang tambal ban bingung lagi, "Kok ga masuk yah, padahal anginnya kenceng?" kata Tukang tambal ban tidak percaya dengan yang terjadi. Setelah beberapa kali mencoba akhirnya tidak bisa juga. "Aduh mas, nyerah deh mas ... saya ga ngerti cara ngisi angin ke sepeda ini...."
Ya sudah, dengan kondisi sedikit kempes saya kayuh sepeda sampai ke rumah. Sesampainya di rumah saya pinjam pompa ban milik ayah mertua. Saya coba memompa, betul juga setelah dipompa tidak ada perubahan sedikitpun pada ban. Saya coba lagi (Penasaran tapi ga pake ilmu hehehe jadi coba-coba). Beuh mompa aja sampe keringetan. Dan dari hasil percobaan maka disimpulkan bahwa angin tidak masuk ke ban karena ada katup pentil tertutup atau harus dibuka ( hehe sok jadi ilmuwan padahal ndeso ), cuman saya bingung mana katup pentil yang harus saya buka? dan bagaimana bukanya? akhirnya ku perhatikan pentil ban tersebut dengan seksama sekalian dilihat baud konverternya (sempat terpikir kalo bukanya pake baud konverter, jadi saya putar bau konverter sekencang mungkin). Mbuh ah pusing, soalnya ga ketemu caranya.
Astagfirullah kenapa saya harus susah payah sampe keringetan dan cape lagi, padahal ada cara mudah yaitu tanya aja sama yang jual sepeda. Hahaha beginilah tipe kebanyakan manusia selalu bertindak tanpa ilmu tapi pede ngerasa semua bisa diatasi dengan kemampuan coba-coba atau padahal ilmunya belum cukup untuk memahami masalahnya sehingga sia-sialah percobaan-percobaan yang dilakukan.
Sebelum nanya ke penjual sepeda, saya juga kepikiran googling aja dulu. (padahal ilmu bertebaran, kadang manusia malas untuk mencarinya) dan inilah hasilnya setelah menggoogling.
http://sepedacikarang.blogspot.com/2011/11/perbedaan-pentil-ban-sepeda-presta-dan.html
Ternyata pentil ban sepeda saya adalah bertipe presta yaitu:
Pentil sepeda Presta. Pentil
ini memanfaatkan sistem tekanan angin sendiri pada valve dan dirancang
khusus sebagai pentil sepeda. Katup atau valve pentil akan terangkat dan
tertutup ketika tekanan ban. Selisih antara tekanan udara luar dan
dalam membuat valve pada pentil terbuka dan tertutup. Untuk mengunci,
pentil Presta tidak mengunakan per. Tetapi mengunakan sistem baut untuk
menutup ban secara manual agar katup tertutup lebih kuat. Kelemahan pada
Presta, ketika ingin mengisi ban dalam setidaknya harus ada angin yang
keluar dari ban. Karena tidak mengunakan per dan pentil harus ditekan
sebelum memasukan angin kedalam ban. Keuntungan, lebih nyaman pada velg
atau rim sepeda berdinding sempit / langsing.
Bagaimana cara memompa ban sepeda pentil kecil atau jenis Presta
- Buka tutup pentil ban
- Buka bagian baut atas dan putar pengunci pentil berlawanan arah jarum jam.
- Putar baut sampai naik keatas
- Lalu tekan bagian tutup baut tersebut sedikit saja sampai terdengar
udara keluar. (Untuk menurunkan katup pentil sehingga terbuka)
- Masukan mulut pompa Presta (posisi tidak terkunci)
- Tekan pengunci mulut pompa, ban siap diisi dengan pompa.
Akhirnya permasalahan saya dapat diatasi. Hehehehe kasus ditutup. Demikian pengalaman ndeso saya semoga bermanfaat.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.